| |
Partai Koalisi Dominan di DPR, Sikap Kritis DPR Akan Hilang
Penulis: Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Semangat Partai Demokrat menggandeng banyak partai politik untuk berkoalisi menuai kritik tajam. Dominasi partai koalisi PD diprediksi akan menghilangkan sikap kritis DPR terhadap Pemerintahan SBY.
"Saya kira dalam lima tahun ke depan DPR tidak akan menunjukkan sikap kritis dan tidak akan lebih baik dari DPR lima tahun yang lalu," ujar Pengamat Politik Adi Suryadi Cula dalam dialog bertajuk 'Meneropong Sikap Kritis DPR Lima Tahun Mendatang' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/10/2009).
Menurut Cula, masuknya PDIP ke dalam koalisi menyusul Golkar akan semakin memperlemah check dan control parlemen terhadap pemerintah. Hal ini yang akan menjadikan DPR seperti era Orba di bawah kepemimpinan Soeharto.
"Kalau PDIP juga merapat, saya kira akan ada politik rezim dominan di parlemen ini. Kalau melihat potret ini, ini seperti orde baru. Bisa-bisa oposisi dianggap haram," keluh Adi.
Menurut Adi, adanya akumulasi kekuasaan dalam terlalu kuat dalam koalisi di bawah komando Partai Demokrat akan menjadikan jalannya demokrasi tidak mulus lagi. "Ini akan menuju titik ekstrim. Ini bisa merubah hubungan eksekutif dengan legislatif yang seharusnya check and balances," protes Adi.
Adi pun meramalkan tidak adanya dinamika di DPR dalam lima tahun mendatang. Bahkan seperti sekarang, DPR baru akan mengalami konfliknya di akhir masa jabatan karena pesiapan Pemilu 2014.
"Tahap pertama satu sampai dua tahun seperti bulan madu, dua tahun kedua akan ada tahap evaluasi. Di sini potensi konflik sudah ada. Yang paling krusial adalah titik kritis setahun terakhir, apakah akan tetap bertahan atau cerai," pungkasnya.
|