| |
Gaya Serang Mulyani-Boediono Lemahkan Demokrat
Penulis: Windi Widia Ningsih
INILAH.COM, Jakarta - Sikap Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang offensif terhadap Pansus Hak Angket Bank Century dinilai kurang tepat. Sebab sikap tersebut dapat menyulitkan Partai Demokrat.
Hal ini diungkapkan oleh peneliti LSI, Burhanuddin Muhtadi kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (13/12). Menurut Muhtadi, strategi Sri Mulyani dan Boediono yang offensif atau menyerang adalah kurang tepat.
Karena persoalan Century itu bukan hanya diselesaikan secara yuridis. Tapi juga diselesaikan secara politis.
'Jika Sri Mulyani dan Boediono tetap offensif, maka mereka akan menjadi sasaran tembak,' kata Burhanudin Muhtadi.
"Bagaimana pun, komunikasi politik diperluka. Ini akan menyulitkan posisi Demokrat, terutama jika nantinya terjadi voting," ujar Burhan.
Partai Demokrat, tutur dia, akan berada dalam posisi tengah dimana Parta Demokrat harus mengamankan Sri Mulyani dan Boediono sebagai bagian dari pemerintah.
Selain itu, karena bisa saja nantinya bola liar itu akan menyentuh SBY. Dan pilihan kedua Sri Mulyani dan Boediono akan dikorbankan.
"Karena paling gampang menyingkirkan pejabat yang tidak memiliki dukungan politik," imbuhnya.
Alangkah lebih baik, jika langkah yang diambil Sri Mulyani dan Boediono adalah mencari dukungan politik dengan membangun komunikasi politik dengan partai politik.[mvi/ims]
|