"Namanya saja koalisi, koalisi itu kan pelangi, tahannya berapa jam."
Penulis: Elin Yunita Kristanti, Muhammad Hasits
VIVAnews - Kisruh sejumlah kasus dalam 100 hari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan diperkirakan akan berdampak buruk. Sebab, hal itu akan mengganggu stabilitas pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.
"Paling lama pemerintahan SBY bertahan tiga tahun, karena masing-masing partai akan berpikir, ditambah lagi SBY tidak mungkin terpilih lagi dalam periode berikutnya," kata Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta, Komarudin Hidayat di Jakarta, Senin 14 Desember 2009.
Apalagi, menurut dia, kader partai politik di Indonesia tidak mempunyai tradisi loyal kepada partainya. Hal itu tentu berbeda dengan kondisi partai politik di Amerika Serikat.
Meski saat ini Yudhoyono melakukan koalisi besar, hal itu tetap tak jadi jaminan kabinetnya akan tetap awet sampai lima tahun kedepan. "Namanya saja koalisi, koalisi itu kan pelangi, kalau sudah namanya pelangi, tahannya berapa jam," terangnya.
Perkiraan itu didasari atas munculnya berbagai kasus yang muncul saat ini. Seperti kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah serta yang terakhir Bank Century.
Mantan anggota Tim 8 ini yakin, Yudhoyono dan Partai Demokrat tidak menerima dana aliran Century. Namun, Komarudin menilai kasus itu tetap berdampak pada pemerintahan.
"Belum satu tahun saja sudah muncul seperti ini," ujarnya.
Untuk solusinya, kata Komarudin, Yudhoyono harus melakukan terobosan dalam kepemimpinan periode keduanya ini. • VIVAnews
Tidak
diperkenankanuntuk mengirim informasi
yang dapat di interpretasikan sebagai SARA
maupun gambar tidak senonoh, semoga
Web Site ini bermanfaat bagi kita semua.