ONE STOP CYBER ELECTION CAMPAIGN
   
 
Sekilas Berita
 
 
 

100 Hari Menjabat, SBY Gagal Sejahterakan Rakyat

Penulis: Anton Suhartono - Okezone
Ilustrasi (Foto: Koran SI)

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai telah gagal menjamin kesejahteraan bagi rakyat di 100 hari pemerintahannya. Konsentrasi kebijakan SBY belum fokus pada sektor riil dan sosial yang menyentuh langsung kepentingan rakyat.

“Kebijakan Kabinet Indonesia Bersatu II akan tetap berorientasi pada peningkatan kinerja makro ekonomi berbasis finansial dan bukan pada sektor riil yang sosial yang mengentuh kepentingan masyarakat secara langsung,” demikian diungkapkan Internasional NGO Forum for Indonesian Development (INFID) dalam pernyataannya yang diterima okezone, Rabu (27/1/2010).

Ditambahkan, program-program sosial seperti kesehatan, air bersih, dan sanitasi, pendidikan dan pengentasan kemisikinan dijadikan sebagai program pinggiran. Dengan demikian program seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) akan terus dilanjutkan, namun dengan mengandalkan utang luar negeri.

INFID juga menilai, ditetapkannya perdagangan bebas dengan China (AC-FTA) akan melibas produk-produk lokal dan membangkrutkan industri nasional. Kondisi ini tentu akan semakin memperparah kesejahteraan rakyat.

Menurut INFID, program 100 hari KIB II seharusnya bercermin pada realitas kebutuhan konkret masyarakat. Presiden SBY jugaseharusnya bercermin pada kenyataan bahwa Indonesia bertahan dari krisis karena sektor ekonomi rakyat.


INFID juga menganggap program 100 hari KIB II tak lebih dari kesan “kejar setoran” dari KIB I. Sebut saja soal buruh migran, pembanguna nsarana air minum di kasawan masyarakat berpenghasilan rendah, penyelesaian akses telepon di 32 provinsi, internet bagi pendidikan, dan lainnya.

Program 100 hari ini mengabaikan kualitas hidup manusia. Dalam laporan UNDP 2009, Indonesia berada di peringkat 111, bahkan lebih buruk ketimbang Sri Lanka dan Palestina. Di saat yang bersamaan pemerintah telah membairkan melonjaknya harga bahan pokok, padahal hampir 50 persen penduduk berpenghasilan di bawah USD2. Belum lagi maraknya kasus kekerasan terhadap anak-anak serta penggusuran terhadp masyarakat miskin kota.

Secara umum, INFID mencatat ada empat kegagalan pemerintahan Presiden SBY-Boediono, yaitu pertama, gagal mewujudkan kedaulatan dalam bidang ekonomi yang berimbas pada kedaulatan politik. Kedua, gagal mengimplementasikan instrument-instrumen pokok HAM di Indonesia. Ketiga, gagal memberikan jaminan rasa aman dan perlindungan bagi masyarakat, terutama anak-anak dan perempuan. Terakhir, Gagal membangun fundamental ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
(ton)

 
Berita terkait
  Ini Rincian Biaya Pembangunan Gedung DPR Baru
  DPR Putuskan Tunda Pembangunan Gedung Baru
  Skandal Seks Kader Demokrat: Astaghfirulloh! Mau Zina, Tohari Pura-pura Salat
  PDIP Minta KPK Usut Pemberi Cek Perjalanan
  Pimpinan DPD: Kaji Ulang Kantor DPD Rp990 M
 
 
 


Berita Belum ada Tanggapan Suara Anda !

 
Tidak diperkenankan untuk mengirim informasi yang dapat di interpretasikan sebagai SARA maupun gambar tidak senonoh, semoga Web Site ini bermanfaat bagi kita semua.
 
  KIRIM SUARA ANDA
(Mengenai Berita di atas):
* Wajib di isi
Nama :
Email :
URL :
*
* (tidak dipublish)
(Maximum characters: 250)
You have
characters left.
:
Masukan KODE yang anda lihat pada gambar diatas
   
 
 
AGENDA    ABOUT US    LIVE TV    SERVICES    CONTACTS
Hak Cipta ©2008 Caleg Indonesia dot Com. Semua Hak Dilindungi