| |
SBY Mestinya Tertawa Saja Lihat Aksi Kerbau 'Si Lebay'
Jakarta - Presiden SBY diingatkan agar jangan bereaksi berlebihan menyikapi demo yang membawa kerbau 'Si Lebay'. SBY semestinya bersikap wajar. Aksi demo bagaimanapun bagian dari demokrasi, yang penting tidak anarkis.
"Sekarang SBY menjadi yang paling berkuasa, harusnya ketawa saja melihat itu. Itu bagian dari art happening, dan ini sudah jauh lebih baik dari merusak," terangnya mantan aktivis mahasiswa, Hariman Siregar kepada detikcom melalui telepon, Rabu (3/2/2010).
Menurut pentolan demo mahasiswa 15 Januari 1974 ini, dalam demonstrasi ada yang disebut alegori, yakni melakukan sindiran-sindiran melalui simbol.
"Kita nggak usah merasa kena kalau kita terdidik. Lebih baik kita ketawa-ketawa saja," tambahnya.
Soal kerbau itu pun, lanjut Hariman, tidak disebut nama SBY langsung. Lagipula, aksi demo semacam itu bagian dari dinamisasi politik.
Bagaimana dengan anggapan aksi itu mempermalukan Indonesia di luar negeri? Menurut Hariman, aksi demo di negara barat jauh lebih 'nakal' dibanding aksi kerbau 'Si Lebay'.
"Ada aksi mengikat diri ke pohon dan lainnya, yang lebih dari kerbau. Ini bagian dari konsekuensi demokrasi. Tenang saja, masyarakat sudah punya penilaian masing-masing," terangnya.
Dia mengingatkan, tindakan presiden yang berlebihan justru tidak akan mendapat simpati publik. Di Indonesia, orang yang dizalimi justru akan mendapat simpati.
"Dulu kan SBY mendapat simpati setelah dikatakan jenderal anak-anak oleh Taufiq Kiemas. Juga kalau semua tidak boleh dilakukan malah orang akan jadi kasar," tutupnya. (ndr/iy)
|